TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG "viharagirisantiloka.blogspot.com", Semoga Blog ini bermanfaat untuk orang banyak,.... JANGAN BOSAN-BOSAN YA,.. DI TUNGGU KEDATANGANNYA KEMBALI :)
Untuk memudahkan Sahabat membaca artikel-artikel dan update selalu dari blog Viharagirisantiloka.
kini telah hadir digengamanmu, sebuah aplikasi Viharagirisantiloka diandroid,. 
Sahabat bisa langsung Download GRATISSSSS 

DOWNLOAD

Senin, 30 Januari 2017

Kepedulian Pemuda Rantau Terhadap Sesama

       
     "Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing" Itulah peribahasa yang paling tepat untuk seluruh Pemuda Rantau Vihara Giri Santi Loka. Bagaimana tidak, PR telah bahu membahu bekerja sama untuk membantu salah satu umat Buddha Vihara Giri Santi Loka yang pada hari Minggu, 1 Januari 2017 mengalami kecelakaan tunggal hingga korban mengalami luka yang sangat parah. Saking parahnya luka yang alami, korban sampai tidak dapat dirawat di RS yang terdekat dengan tempat tinggal sehingga perlu dirujuk ke salah satu RS yang lebih memadai di Semarang. Karena korban mengalami koma, maka mau tidak mau harus di rawat di ruang ICU dengan perkiraan biaya Rp. 7.000.000/hari dan perlu operasi dengan perkiraan biaya Rp. 50.000.000 s/d 70.000.000. Mengingat besarnya biaya yang harus ditanggung korban, maka PR berinisiatif untuk meringankan bebannya.
Bu Biah Saat di ICU
              Pemuda Rantau merupakan kumpulan dari seluruh pemuda Guwo yang hidup di perantauan seperti di Jakarta, Tangerang, Bekasi, bahkan sampai di Sorong - Papua, dan Sulawesi. Walaupun tinggal di perantauan tetapi masih mempunyai kepedulian terhadap perkembangan di kampung halaman. Salah satu wujud kepeduliannya yaitu dengan membantu umat buddha yang terkena musibah. Seperti musibah yang dialami oleh Bu Biah. Bu Biah merupakah salah satu umat buddha Vihara Giri Santi Loka yang masih aktif diberbagai kegiatan keagamaan. Sebagai bentuk solidaritas dari PR maka PR pada tanggal 6 Januari 2017 menggalang dana untuk pengobatan Ibu Biah melalui media sosial FB dan WA. Berkat uluran tangan dari para donatur akhirnya Pengalangan dana di tutup pada tanggal 11 Januari 2017 dan terkumpul dana sebesar Rp. 29.200.000,- (Dua Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). Daftar donatur Klik disini

               Bersamaan dengan waktu penggalangan dana, terdapat kabar baik bahwa seluruh biaya ICU dan operasi telah ditanggung oleh pemerintah, sehingga beban yang harus dirasakan korban sedikit berkurang. Namun pada tanggal 10 Januari 2017 ada satu umat buddha aktif yang dilarikan ke salah satu RS yang ada di Semarang dan harus operasi karena adanya tumor diperutnya. Dengan pertimbangan dari seluruh anggota PR maka diputuskan bahwa dana yang telah terkumpul didonasikan untuk dua orang dengan rincian Rp. 20.000.000,- untuk Ibu Biah dan Rp. 9.200.000,- untuk Ibu Ngasirah yang juga telah menjalani operasi. Berikut ini dokumentasi saat penyerahan donasi untuk Ibu Biah dan Ibu Ngasirah
Penyerahan donasi kepada Ibu Biah Rp. 20 jt
Penyerahan donasi kepada Ibu Ngasirah Rp. 9,2 jt

"Kita menolong orang lain bukan agar kita mendapat kebaikan dikemudian hari. Tapi kita menolong karena tubuh kita memang didesain untuk saling tolong menolong.Jika anda malas untuk menolong orang lain, maka bayangkanlah jika tak ada seorangpun yang mau menolong anda"

Read more »

Rabu, 23 Maret 2016

25 TIPS HIDUP BAHAGIA & DAMAI

1. Jangan membanding”kan diri kita dgn orang lain.
2. Jangan berpikiran negatif thdp org lain.
3. Jangan mengejek atau merendahkan org.
4. Jangan melakukan sesuatu dgn emosi.
5. Jangan suka  bergosip hal yg tdk penting.
6. Jangan menyimpan dendam.
7. Jangan suka mengeluh.
8. Yang lalu, biarlah berlalu jgn diungkit”
9. Jangan membenci.
10. Hiduplah dgn damai.
11. Sadari bahwa kebahagiaan berawal dr diri sendiri.
12. Sadari bahwa hidup adlh proses pembelajaran.
13. Perbanyak senyum & tertawa.
14. Jangan suka ngotot.
15. Selalulah berkomunikasi kepada orang yang disayang.
16. Yakinlah setiap hari adlh hari yg baik.
17. Maafkan semua org.
18. Luangkan waktu utk orang tua dan hormati.
19. Usahakan membuat org lain tersenyum.
20. Jangan mencampuri urusan org lain.
21. Beri perhatian thdp keluarga.  ??
22. Hargailah org yg mengasihimu & menyayangimu.
23. Jika lihat org susah, harus saling tolong menolong.
24. Jaga ucapan, perilaku, pikiran sblm bertindak.
25. Yang terakhir plng penting adalah kesabaran.

Read more »

Cara Berpikir Itu Menentukan Kesuksesan

4-Cara-Mudah-Dalam-Meningkatkan-Konsentrasi-Anda

Potensi Yang Harus Dioptimalkan

Waktu sekolah dulu, kita menerima materi pelajaran yang sama dengan teman-teman yang lain, kita mendapatkan materi pelajaran yang sama dengan teman-teman yang lain, bahkan kita mempelajari pelajaran dengan waktu yang sama dengan teman-teman yang lainnya
tetapi kenapa hasil kemampuan setiap orangnya jadi berbeda, ada yang mendapatkan rangking pertama, kedua, ketiga atau bahkan ada yang mendapatkan rangking terakhir
ternyata alasan seseorang tidak bisa menguasai materi pelajarannya itu bukan karena tidak mendapatkan materi pelajaran yang sama dengan teman lainnya, tetapi yang membedakannya adalah lebih kepada pola pikir
ya, pola pikirlah yang membedakan seseorang hingga ada orang yang bisa meraih kesuksesan dan ada juga yang kurang beruntung,
kita telah banyak mempelajari strategi, system, ataupun mempelajari indikator, tetapi mungikn kita belum pernah merubah pola pikir kita terhadap sebuah perdagangan
inilah yang penting, karena sebanyak apapun materi pelajaran yang kita lahap, maka hal itu tidak akan pernah bisa merubah cara kita bertrading apabila kita tidak merubah cara berpikir kita sendiri terhadap sebuah perdagangan
cobalah istirahatkan sejenak trading yang kita lakukan, dan tanyakanlah banyak hal kedalam diri ini, agar mengetahui bagaimana kita harus merubah pola pikir yang meungkin selama ini sudah terjebak dengan sumpeknya mengahadapi analisa dan indikator
tanyakanlah pada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar, dan tanyakanlah juga pada diri sendiri bagaimana saya harus bijak menghadapi market, initinya tanyakan semua yang bisa merubah pola pikir kita dalam memandang perdagangan forex ini
jangan hanya terjebak dengan mengalisa indikator dan fundamental saja, karena kenyataanya hal ini juga tidak banyak membantu terhadap perdagangan yang kita lakukan kalau kita sendiri tidak merubah apa yang ada dalam diri dan merubah cara berpikir kita terhadap pergerakan pasar
jadi yang membedakan seseorang bisa medapatkan rangking pertama dikelas itu adalah pola pikir,
coba disimak apa yang membedakan kita yang selalu terpuruk dalam perdagangan dengan orang yang suskes dalam melakukan perdagangannya, karena disana pasti akan ada perbedaannya
jadi mulailah merubah pola pikir dan gali terus potensi yang ada dalam diri ini, karena saya yakin kita sudah sangat cukup untuk menguasai teknik perdagangan pada chart, tetapi kita belum cukup untuk memanage semua potensi yang ada dalam diri ini termasuk mindset

Read more »

HIDUP ANDA

hidup

Mereka mengatakan HIDUP adalah Hadiah & Saya mengatakan Bangun sehari-hari adalah Kesempatan untuk Menjalaninya.
Anda tidak bisa Memenangkan Pertempuran dalam Hidup, jika Anda Kehilangan Pertempuran dalam Pikiran Anda. Tetap Positif!
Jangan Khawatir tentang orang-orang yg Membenci kamu.
Khawatirlah tentang orang-orang yg Mencintaimu.

Beberapa orang datang ke dalam Hidup Anda sebagai Berkat, yg lain datang ke dalam Hidup Anda sebagai Pelajaran.

Nah sobat,
Tugas kita bukanlah Melihat yg samar-samar Dikejauhan, tetapi Mengerjakan yg sudah ada Didepan Mata.
Daripada Mengutuk Kegelapan lebih baik ambil sebatang Lilin untuk Dinyalakan.
Daripada menyalahkan Keadaan lebih baik melakukan sesuatu untuk Memperbaiki Keadaan.
~~~~~~~~~~
SeMoga BerManfaat.
SALAM KEBAJIKAN..

Read more »

Apakah Uang Membeli Kebahagiaan? Yes Or No?

uang dollar

Tidak dapat dipungkiri kalau setiap manusia membutuhkan uang. Uang adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Mulai bagaimana mendapatkan, bagaimana menyimpan, cara menghabiskan semua ujung-ujungnya berhubungan dengan uang. Sedikit memprihatinkan kalau uang sudah menjadi bagian yang tidak pernah bisa terhindarkan. Tapi Benarkah Uang dapat membeli Kebahagiaan?
Seperti yang dilansir oleh boldsky.com yuk simak apakah uang benar- benar dapat membeli kebahagiaan atau tidak?
*Waktu
Jangan sia-siakan waktu karena waktu tidak dapat berputar kembali, tidak peduli seberapa kaya Anda atau seberapa besar jumlah uang yang Anda miliki. Uang tidak dapat membantu Anda dengan cara apapun untuk mendapatkan waktu yang sama di masa depan. Gunakan waktu berharga Anda untuk melakukan apa yang Anda benar-benar ingin melakukannya.
*Kesehatan
Mungkin Anda pernah tahu ungkapan Sehat itu mahal Nah, kesehatan itu jauh lebih mahal daripada kekayaan atau uang yang Anda miliki. Mungkin Anda dapat membeli makanan sehat untuk kesehatan Anda. Tapi ketika Anda sudah sakit tidak ada uang apapun yang dapat menggantinya.So, jaga kesehatan selalu ya ladies!
*Respect
Anda mungkin berpikir bahwa uang bisa membeli kebahagiaan dengan memperoleh rasa hormat dari orang lain. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Sebaliknya Anda akan mendapatkan respect yang sebenarnya dari orang lain ketika Anda lebih sering membantu dan simpati kepada yang lainnya.
*Cinta
Cinta karena uang mungkin akan terlihat indah pada awalnya. Tapi pada akhirnya cinta sejatilah yang akan menjadi faktor pertama yang membuat kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Jadikan materi sebagai faktor pendukung bukan faktor utama untuk Anda.
*Talent
Uang dapat membantu Anda mempelajari hal-hal tertentu, tetapi kemampuan atau bakat Anda sudah alami berasal dari diri Anda sendiri. Jika Anda adalah salah satu di antara mereka yang percaya bahwa uang bisa membeli kebahagiaan untuk mendapatkan bakat, Anda salah ladies!. Uang hanya dapat membantu Anda mengembangkan dan memperbaiki bakat-bakat yang sudah terpendam.
*Kebahagiaan
Uang dapat membeli kebahagiaan dan kesenangan hanya dalam jangka pendek saja. Pada intinya kebahagiaan sejati ada pada diri Anda sendiri. Anda yang menentukan bagaimana Anda harus bahagia.
Uang dapat memberi kebahagiaan tapi tidak semua hal dapat dibeli dengan uang.
Semoga bermanfaat!

Read more »

B.U.N.D.A

bunda tercinta

Suatu ketika…Seorang pemuda datang melamar wanita cantik dan kaya, akhirnya terjadilah kesepakatan. Namun tatkala si wanita mengetahui profesi ibunda si pria, maka si wanita memberi syarat, “pada waktu resepsi pernikahan, ibumu tidak boleh datang.”
Setelah berfikir, demi untuk mewujudkan pernikahannya, si pemuda dengan terpaksa menyetujuinya. Namun sebelumnya ia menjumpai salah seorang guru spiritualnya untuk meminta pendapatnya.
Sang guru bertanya, “apa pekerjaan ibumu? “Aku ditinggal mati ayahku saat umurku 1 tahun, akhirnya untuk membesarkanku, ibuku bekerja sebagai tukang cuci pakaian dan dia berhasil mengantar saya sampai jadi sarjana ” jawab pemuda itu.
“Begini, hari ini kau pulang, dan kau cuci kedua tangan ibumu, besok kau kembali lagi kesini, aku akan kasih pendapatku” jawab sang guru.
Pulanglah pemuda itu, dan dia mendekati ibunya dan mencuci kedua tangannya, dia melihat begitu kasarnya tangan ibunya, ada bekas-bekas luka dan kulit yang terkelupas, ia melihat pemandangan itu sambil mencucurkan air mata.
Dan akhirnya ia tidak tahan untuk menunggu hari esok, dia datangi lagi sang guru dan si pemuda berkata; “AKU TIDAK AKAN MENGORBANKAN BUNDAKU UNTUK SIAPAPUN”.***
Sahabat…
Banyak di antara kita yang sering melupakan budi baik ibu kita demi kenikmatan semu.
Maka saatnya kita mencuci kedua tangan ibu kita yang selalu membelai kita dan membersihkan kita, karena suatu saat belaian itu akan pergi dan kau akan merasa kehilangan.
Semoga menginspirasi…

Read more »

HAL YANG PERLU ANDA PIKIRKAN SEBELUM MENGELUH!

mengeluh terus

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri Anda, Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidakmengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,
Kita semua menjawab kepada Tuhan Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan.

Read more »

SUKSES ALA BURUNG GAGAK

gagak



Di hari yang terik, seekor gagak yang kehausan melayang-layang di atas sebuah ladang luas sembari mencari air.
Sudah terbang sekian lama, ia tak kunjung menemukan sumber air. Rasanya dahaganya sudah tak tertahankan lagi.
Ia merasa sangat lemah, nyaris kehilangan semua harapan. Tiba-tiba, ia melihat sebuah kendi air di bawah pohon. Ia pun langsung terbang ke bawah untuk memeriksa apakah ada air di dalam kendi itu. Ternyata ada! Gagak itu berusaha mendorong paruhnya ke dalam mulut kendi. Sayangnya, ia mendapati leher kendi itu terlalu sempit.
Lalu, ia mencoba memiringkan kendi itu sehingga airnya bisa mengalir keluar, tapi ternyata kendi itu terlalu berat. Sesaat lamanya si gagak berpikir keras. Mata kecilnya diedarkan ke sekitar. Ia melihat ada beberapa kerikil di dekatnya.
Tiba-tiba pula muncul ide cemerlang di benaknya. Ia mulai menjumputi kerikil itu satu per satu dengan paruhnya, lalu menjatuhkannya ke dalam kendi. Semakin banyak kerikil yang masuk, batas permukaan air dalam kendi itu pun menaik hingga akhirnya si gagak berhasil meminumnya.
Teman – teman, apa yang dilakukan gagak dalam cerita ini juga berlaku dalam hidup kita. Segala pencapaian dan prestasi, besar atau kecil, tak mungkin dapat dicapai tanpa adanya upaya berpikir dan kerja keras. Semua kesuksesan pastinya butuh proses yang tak mudah dan bahkan terkadang tak sebentar. Namun, percayalah segala upaya berpikir, menguras tenaga dan kerja keras membanting tulang itu nantinya akan mengarah pada hasil akhir yang luar biasa yang bahkan tak pernah kita perkirakan sebelumnya.
AYO JANGAN DIAM DITEMPAT, TAPI BERGERAK…….

Read more »

14 Pedoman Hidup Manusia

pedoman




1. Musuh Terutama Manusia Adalah Dirinya Sendiri
2. Kegagalan Terutama Manusia Adalah Kesombongan
3. Kebodohan Terutama Manusia Adalah Sifat Menip
4. Kesedihan Terutama Manusia Adalah Rasa Iri Hati
5. Kesalahan Terutama Manusia Adalah Mencampakan Dirinya
6. Sifat Manusia Yang Paling Terpuji Adalah Semangat Perjuangan Untuk Peningkatan
7. Ketentraman Dan Kedamaian Terutama Manusia Adalah Suka Berdana Dan Beramal
8. Harta Terutama Manusia Adalah Kesehatan
9. Hadiah Terutama Manusia Adalah Lapang Dada Dan Mau Memaafkan
10. Sifat Manusia Yang Paling Terkasihani Adalah Rasa Rendah Diri
11. Dosa (Kesalahan) Terutama Manusia Adalah Menipu Diri Sendiri Dan Orang Lain
12. Hutang Terbesar Manusia Adalah Hutang Budi
13. Kekurangan Terbesar Manusia Adalah Sifat Berkeluh Kesah Dan Tidak Memiliki Kebijaksanaan
14. Kehancuran Terbesar Manusia Adalah Rasa Putus Asa
Jika anda terinspirasi silahkan LIKE dan SHARE ke teman-teman anda.

Read more »

Musuh Terbesar Adalah Diri Sendiri

musuh




Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.
Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.
Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian dan kemampuan diri untuk memberikan yang terbaik.
Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang.
Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

Read more »

Paling Sempurna

bunga sempurna

Suatu hari, seorang murid bertanya kepada gurunya.
Murid : “Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup..?”
Sang Guru : “Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang..!”
Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, murid kembali dengan tangan hampa..
Lalu Sang Guru bertanya : “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun…???”
Murid : “Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah. Namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang TERINDAH, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi..!”
Sambil tersenyum, Sang Guru berkata : “Ya, itulah hidup.. semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya. Karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tdk pernah ada di dunia ini, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita utk menerima kekurangan, dan usaha keras memperbaikinya..”
• Bila tak kuasa memberi, jangan mengambil.
• Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci.
• Bila tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih.
• Bila tak mungkin meringankan beban orang lain, jangan memberatkannya.
• Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat.
• Bila tak bisa menghargai, jangan menghina.
“JANGAN MENCARI KESEMPURNAAN, tapi sempurnakanlah apa yg telah ada.”
Jika Anda setuju, silakan SHARE informasi ini.

Read more »

Wise Word

bijaksana

 Jauhi Amarah .. krn yg Sakit .. Hanya Anda!
 Jika Anda benar, maka tidak perlu marah.
 Dan jika Anda salah, maka Anda tidak memiliki hak untuk marah.
 Kesabaran dgn keluarga adalah kasih.
 Kesabaran dgn orang lain adalah rasa hormat.
 Kesabaran dgn diri, percaya diri dan Kesabaran dgn TUHAN adalah iman.
 Jangan Pikirkan dgn keras tentang masa lalu, itu akan membawa Air mata.
 Jangan berpikir tentang masa depan, akan membawa rasa Takut.
 Hiduplah dgn senyum, Ini akan membawa rasa damai.
 Setiap cobaan dalam hidup kita, akan membuat kita pahit atau lebih baik.
 Setiap masalah datang, akan membuat kita baik atau menghancurkan kita.
 Pilihannya adalah pada kita, apakah kita menjadi korban atau pemenang.
 hal indah tidak selalu baik tetapi hal2 yg baik selalu akan menjadi indah.
 Apakah Anda tahu mengapa Tuhan menciptakan jarak antara jari?
 Sehingga seseorang yg istimewa untuk Anda datang dan mengisi jarak tersebut dgn memegang tangan Anda selamanya.
 Kebahagiaan akan membuat Anda merasa manis … Tapi yg manis akan membawa kebahagiaan.
 Berbagilah dgn semua Orang
|””|__|””|•.
|             A P P Y•
|__|””|_..|•. °

Read more »

Manfaatkan Waktu-Mu

waktu arloji
Waktu berjalan sangat lambat ketika kita sedang menunggu.
Waktu berjalan sangat cepat ketika kita sedang terlambat.
Waktu seakan terhenti ketika kita sedang sedih.
Waktu terasa sangat singkat ketika kita sedang senang.
Waktu seakan tanpa akhir saat kita sedang sakit.
Waktu terasa sangat panjang ketika kita sedang bosan.
Sesungguhnya waktu sama saja setiap hari, setiap menit tetap 60 detik, tidak ada kurang dan tidak ada lebih …

HIDUP BUKAN TENTANG BERAPA LAMA KM HIDUP, TAPI BAGAIMANA KWALITAS DAN CARA KAMU HIDUP.

Read more »

Mengapa Saya Miskin, Mengapa Saya Jelek, Mengapa Saya Selalu Tidak Beruntung ? Ini Dia Penyebabnya

Mengapa Saya Miskin, Mengapa Saya Jelek, Mengapa Saya Selalu Tidak Beruntung ? Ini Dia Penyebabnya


Namo Buddhaya, salam bahagia pada keempatan yang baik ini kita akan sedikit mengulas tentang topik Mengapa Saya Miskin, Mengapa Saya Jelek, Mengapa Saya Selalu Tidak Beruntung ? Ini Dia Penyebabnya.

Diantara para sahabat pasti pernah merasa heran kenapa melihat orang lain enak banget ya, punya banyak uang, menarik perhatian dan apa yang di inginkan selalu terpenuhi, sedangakan kita harus bersusah payah untuk mencari kebahagian dalam hidup yang kita jalani.

Dalam agama Buddha tentu kita sudah mengenal yang namanya hukum Karma Sang Buddha sangat jelas membabarkan hukum ini, merupakan hukum sebab akibat dimana siapa yang menabur dia pula yang akan menuai buahnya manis atau pahit tergantung perbuatan kita sendiri.

Jadi jika kawan-kawan merasa ada ketidak adilan dalam hidup yang kalian jalani janganlah merasa iri dan membenci orang tersebut mungkin inilah KARMA yang kita buat sehingga kita banyak mengalami ketidak enakan dalam hidup ini.

Oleh sebab itu mulai detik ini setelah kawan-kawan sedhamma membaca artikel ini perbanyaklah kebajikan dengan berbuat baik untuk bekal kita kelak di kehidupan yang akan datang. Contoh Sederhana Hukum Sebab Akibat.

Demikianlah artikel Mengapa Saya Miskin, Mengapa Saya Jelek, Mengapa Saya Selalu Tidak Beruntung ? Ini Dia Penyebabnya, semoga bermanfaat jika ada kata atau kalimat yang salah jangan segan-segan beritahukan admin terima kasih. Salam Metta..!!!

Read more »

Mengapa Bhikkhu Theravada Diperbolehkan Makan Daging Hewan ?

Mengapa Bhikkhu Theravada Diperbolehkan Makan Daging Hewan ?


Tanya : Saya sering mendapatkan pertanyaan dari umat beragama lain, yaitu Mengapa bhikkhu-bhikkhu Theravada diperbolehkan makan daging hewan ? Bukankah dengan makan daging tersebut secara tidak langsung akan mengakibatkan seseorang (penjagal) akan terus melakukan pembunuhan terhadap hewan agar dagingnya bisa dijual dan dibeli orang untuk dimakan ?

Bagaimana tanggapan Bhante dan bagaimana seharusnya saya menjawabnya? Mohon Bhante memberikan petunjuk. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas jawaban Bhante. Semoga dengan jawaban Bhante dapat memuaskan saya.

Jawab : Dalam peraturan ke bhikkhuan tradisi Theravada, tidak pernah disebutkan adanya keharusan bagi seorang bhikkhu untuk tidak makan daging. Bahkan, pada jaman Sang Buddha ketika ada seorang bbikkhu yang mengusulkan kepada Sang Buddha agar para bhikkhu tidak makan daging, Beliau memberikan jawaban bahwa para bhikkhu diperkenankan untuk melatih diri tidak makan daging, namun latihan ini hendaknya tidak dijadikan suatu peraturan atau keharusan.

Sikap tidak menjadikan sayuranis sebagai peraturan untuk para bhikkhu Theravada ini karena para bhikkhu makan hanyalah untuk sekedar bertahan hidup, bukan menjadi tujuan hidup. Para bhikkhu yang selalu mendapatkan makanan dari para umat hendaknya mudah dirawat dan tidak mempersulit umat. Oleh karena itu, apabila ada umat yang menyediakan para bhikkhu makanan tanpa daging, para bhikkhu tidak akan menolak atau meminta makanan yang lain. Sebaliknya, apabila ada umat yang menyediakan para bhikkhu makanan yang berdaging, maka para bhikkhu juga tidak akan menolak serta meminta makanan yang lain pula. Dengan demikian, umat menjadi lebih mudah menyantuni makanan serta merawat kehidupan para bhikkhu.

Adanya pandangan bahwa jika para bhikkhu tidak makan daging akan mengurangi pembunuhan hewan sebenarnya adalah pandangan yang sangat sempit dan menganggap dunia ini hanya berisi para bhikkhu saja sebagai penduduknya.


Dengan demikian, ketika para bhikkhu tidak makan daging, pembunuhan hewan akan berkurang atau bahkan berhenti sama sekali. Hal ini jelas tidak masuk akal. Buktinya, Indonesia dengan sebagian besar penduduknya tidak mengkonsumsi daging babi, di pasar tradisional daging babi tetap dengan mudah dapat diperoleh.

Terdapat tiga persyaratan daging yang tidak dapat dimakan oleh para bhikkhu yaitu:

1. Melihat,
2. Mendengar, atau
3. Meragukan binatang itu dibunuh untuk dipersembahkan sebagai makanan untuk para bhikkhu.

Dengan adanya tiga persyaratan daging ini maka umat yang membeli daging atau bangkai di pasar setelah dimasak dapat dipersembahkan kepada para bhikkhu tanpa mempunyai kesalahan maupun kamma buruk apapun juga. Di pasar, dibeli ataupun tidak, dimakan bhikkhu ataupun tidak, bangkai itu sudah ada di sana dan sudah terjadi pembunuhan mahluk hidup.

Oleh karena itu, bhikkhu Theravada makan daging ataupun tidak, sebenarnya hal ini sangat tergantung pada umat yang memberikan dana makanan, bukan tergantung pada para bhikkhu yang tidak dapat memesan maupun memasak makanannya sendiri.

Jadi, kalau memang ada umat walaupun dari agama lain mengharapkan bhikkhu Theravada tidak makan daging, sebaiknya mereka dipersilahkan untuk membantu dan mendukung kehidupan para bhikkhu dengan menyediakan SELAMANYA makanan tanpa daging untuk para bhikkhu Theravada di vihara terdekat. Dengan demikian, mereka bukan hanya sekedar memberikan usulan atau bahkan kritikan tentang jenis makanan para bhikkhu, melainkan mereka juga dapat memberikan jalan keluar yang bermanfaat untuk semua fihak

Semoga jawaban ini dapat membantu melengkapi jawaban atas pertanyaan para umat beragama lain tersebut. Semoga bahagia.
Dari Erfina M.R., Banjarmasin
Sumber : https://brivitegal.wordpress.com

Read more »

Senin, 01 Februari 2016

Perlunya Membalas Jasa Orang Tua

Membalas Budi Orang Tua

"Kunyatakan, O para bhikkhu, ada dua orang yang tidak pernah dapat dibalas budinya oleh seseorang. Apakah yang dua itu? Ibu dan ayah"
Bahkan seandainya saja seseorang memikul ibunya ke mana-mana di satu bahunya dan memikul ayahnya di bahu yang lain, dan ketika melakukan ini dia hidup seratus tahun, mencapai usia seratus tahun; dan seandainya saja dia melayani ibu dan ayahnya dengan meminyaki mereka, memijit, memandikan, dan menggosok kaki tangan mereka, serta membersihkan kotoran mereka di sana bahkan perbuatan itupun belum cukup, dia belum dapat membalas budi ibu dan ayahnya.

Bahkan seandainya saja dia mengangkat orang tuanya sebagai raja dan penguasa besar di bumi ini, yang sangat kaya dalam tujuh macam harta, dia belum berbuat cukup untuk mereka, dia belum dapat membalas budi mereka. Apakah alasan untuk hal ini? Orang tua berbuat banyak untuk anak mereka: mereka membesarkannya, memberi makan dan membimbingnya melalui dunia ini.

Tetapi, O para bhikkhu, seseorang yang mendorong orang tuanya yang tadinya tidak percaya, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam keyakinan; yang mendorong orang tuanya yang tadinya tidak bermoral, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam moralitas; yang mendorong orang tuanya yang tadinya kikir, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam kedermawanan; yang mendorong orang tuanya yang tadinya bodoh batinnya, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam kebijaksanaan – orang seperti itu, O para bhikkhu, telah berbuat cukup untuk ibu dan ayahnya: dia telah membalas budi mereka dan lebih dari membalas budi atas apa yang telah mereka lakukan.

(II, iv, 2)

Read more »

Derita dari Dendam

Dendam Membawa Penderitaan ( Sebuah Renungan )

Dendam yang tertumpuk lama dan mengendap akan membuat hati Anda membusuk dan memberatkan hidup Anda. Mari belajar dari anak-anak ini.

Di sebuah sekolah dasar, seorang guru akan memberi pelajaran motivasi dengan praktik langsung. Guru tersebut meminta murid-muridnya menuliskan nama orang-orang yang pernah jahat dan menyakiti mereka. Kemudian, sang guru meminta murid-muridnya mencoret nama-nama yang telah mereka maafkan. Sedangkan nama-nama yang belum dimaafkan akan ditulis pada apel hijau yang harus mereka bawa keesokan harinya.

Sang guru meminta murid-murid menuliskan satu nama orang yang belum mereka maafkan pada satu apel. Ternyata ada banyak nama yang mereka tulis. Masing-masing murid harus membawa sendiri sejumlah apel tersebut dalam plastik. Mereka harus membawanya kemanapun mereka pergi selama berhari-hari. Jika mereka kesal dengan seseorang dan belum memaafkan, mereka harus menulis lagi pada apel lain dan membawanya. Begitu terus setiap hari.

Semakin hari, apel terasa semakin berat. Murid-murid mulai merasa capek harus membawa kantong-kantong itu, bahkan saat mereka tidur. Mereka jadi susah bermain, susah mengerjakan PR dan melakukan aktivitas lain. Hingga pada akhirnya, apel-apel mulai busuk dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Akhirnya mereka protes kepada sang guru yang memberi tugas aneh tersebut.

Sang guru tersenyum lalu menjelaskan, “Anggaplah apel-apel itu sebagai dendam yang kalian tumpuk karena tidak memaafkan seseorang. Semakin banyak dendam yang kalian tumpuk, semakin berat hati kalian untuk melihat kebaikan orang lain dan menikmati kebahagiaan.”

Para murid mendengarkan dengan antusias.“Yang harus kalian lakukan pada apel-apel itu.. buanglah! Tidak ada gunanya menyimpan dendam. Coba nikmati perasaan setelah kalian membuang apel-apel dendam itu, kalian akan lebih ceria dan bahagia,” ujar sang guru.

Akhirnya anak-anak itu mengerti. Mereka pelan-pelan mulai belajar memaafkan orang lain. Memaafkan dengan tulus agar hati mereka tetap terjaga dari prasangka buruk. Satu persatu apel busuk dibuang. Satu persatu murid mulai menikmati kebahagiaan tanpa dendam.

***
Dendam tidak akan memberi manfaat apapun, Anda hanya akan menyakiti diri sendiri. Lepaskan dendam Anda karena hati Anda akan lebih terbuka untuk melihat kebahagiaan yang ada.

Sumber : SL Books
Sumber Gambar : Facebook Dhamma Kehidupan

Read more »

Rabu, 11 November 2015

Pacarku Beda Agama, Apa Yang Harus Saya Lakukan?

Pacar Saya Bukan Seorang Buddhis Apa Yang Harus Saya Lakukan ?

Namo Buddhaya, pada kesempatan yang baik ini senang sekali bisa kembali membuka sebuah topik tanya jawab yang seru ini. Ada sebuah pertanyaan dari saudari ELY dari Jakarta, yang bertanya seperti ini ?

Tanya : Namo Budhaya, Bhante, pacar saya bukan seorang Buddhis sedangkan saya Buddhis. Saya sering mendengar romo ataupun penceramah di vihara bahwa hendaknya sepasang insan seiman hingga menuju perkawinan.

Bhante, saya hendak bagaimana? Dia begitu baik namun saya takut pada akhirnya saya akan menyesal.

Bhante, maaf bila masalah ini memang sudah pernah dibahas sebelumnya.
Terima kasih.

Jawab : Dalam Anguttara Nikaya II. 60 memang diuraikan bahwa salah satu persyaratan agar pasangan hidup dapat menjalani kehidupan bersama dengan harmonis dan serasi apabila paling sedikit mereka memiliki empat kesamaan. Keempat kesamaan itu adalah kesamaan keyakinan, kesamaan kemoralan, kesamaan kedermawanan dan kesamaan kebijaksanaan. Dengan demikian, idealnya seseorang mempunyai pasangan hidup yang sama agamanya.

Oleh karena itu, apabila pacar masih belum mengenal Ajaran Sang Buddha, ada baiknya berusaha mengenalkan Buddha Dhamma kepadanya. Kondisikan agar dia dapat mendengar maupun mempelajari Buddha Dhamma. Usahakan hal ini secara baik-baik dan tidak terkesan memaksakan kehendak.

Namun, apabila calon pasangan hidup tersebut bersikeras untuk tidak mempelajari Buddha Dhamma sama sekali, maka kondisikan agar dia dapat menerima kebenaran yang ada dalam agama lain. Dengan demikian, hendaknya ia tidak memiliki pengertian keliru bahwa hanya agama dia sendirilah yang paling benar, sedangkan agama orang lain adalah sesat. Pandangan keliru seperti ini akan memancing perdebatan seru dan permusuhan sengit di dalam keluarga maupun masyarakat.

Karena itu, hendaknya dapat dimengerti bahwa seseorang memilih agama adalah berdasarkan kecocokan pribadi, bukan karena kebenaran suatu agama. Kebenaran suatu agama sungguh sulit dibuktikan. Misalnya saja, ada kepercayaan yang menyatakan bahwa seseorang yang meninggal dengan agama tertentu akan terlahir di alam surga.

Hal ini sulit dibuktikan karena sejak jaman dahulu hingga saat ini belum ada orang yang meninggal dan hidup kembali untuk menceritakan pengalamannya di surga. Kalaupun ada pengalaman yang mirip seperti itu biasanya pengalaman tersebut lebih banyak didasari kepercayaan setempat yang tidak berlaku secara universal.

Kalau pengalaman itu tidak berlaku secara universal, maka tentunya pengalaman itu lebih banyak berdasarkan kondisi bawah sadarnya sendiri daripada berdasarkan kenyataan.

Oleh karena itu, kalau pasangan hidup yang beda agama dapat sama-sama memiliki pandangan netral seperti yang telah diuraikan di atas itu, maka ada kemungkinan rumah tangga yang akan dibina dapat berjalan secara harmonis dan membahagiakan. Namun, kalau salah satu fihak tidak dapat menerima kebenaran yang ada di semua agama, maka mungkin tindak lanjut proses berpacaran ini perlu ditinjau kembali.

Kalau memang ia adalah orang baik, walaupun bukan sebagai pasangan hidup, ia dapat menjadi seorang sahabat di kala suka dan duka tanpa harus terikat perkawinan dengannya. Seseorang dapat menjadi teman hidup, tanpa harus menjadi pasangan hidup. Sebaliknya, kadang pasangan hidup yang telah diikat dalam janji perkawinan bukanlah teman hidup yang baik.

Semoga pandangan dan saran ini dapat direnungkan dengan baik sebagai bekal menempuh hidup di masa yang akan datang. Semoga selalu bahagia.
Salam metta,
B. Uttamo
Sumber : http://mari-kita-rencanakan-pesta-pernikahan.blogspot.co.id/

Read more »

Jumat, 23 Oktober 2015

Pembangunan Candi Sima - Jepara - Jawa Tengah

"BUDDHA JAYANTI - CANDI SIMA"


Terhitung sejak runtuhnya kerajaan Majapahit (±500) Agama Buddha di Bumi Nusantara mengalami kemunduran yg cukup besar, tetapi warisan leluhur kita, peninggalan Wangsa Sailendra-Smaratungga dgn adanya Candi Pawon, Borobudur dll...memberikan satu renungan dan semangat baru bagi generasi sekarang untuk lebih bersemangat dlm mengembangkan Buddha Dhamma,

Sejarah membuktikan sejak runtuhnya Majapahit hingga skrg blm ada putra bangsa yg mampu membuat satu monumen seperti yg telah dibuat oleh pendahulu kita....

Maka kami kabarkan, sekarang telah telah muncul "Resi EKALAYA, Resi BAYUMURTI & BHIKKHU GUNADHARMA diera Modernisasi", PEMBANGUNAN CANDI SIMA di Sengonvana Kab.Jepara - Jawa Tengah, bangunan yg terbuat dari Batu, tanpa menggunakan semen atau bahan kimia lainnya telah dimulai,

Kami Mohon Doa dan Restu agar pembangunan Candi yg pertama kali di bumi nusantara ini segera terealisasi, bagi yg berminat berdana silahkan disalurkan melalui :

BANK BCA :
KCP JEPARA - JATENG
A/n : WALDIYANTO or WARDOYO
No Rek : 2471684475

Informasi :
Aldi (085296557811)
Doyok (085226163336),
Bhante Aggacitto (081269477978)

NB : Sebelum dan sesudah menyalurkan dana hrp konfirmasi kpda kami utk mencegah hal" yg tdk diinginkan, Dana yg sdh disalurkan dapat diupdate di Facebook & Blog, resmi "Panitia Pembangunan Candisima"

Untuk melihat perkembangan proses pembangunan CANDI/ Update Pendanaan silahkan klik "Panitia Pembangunan Candisima" : http://m.facebook.com/candi.sima.7?m_sess=soCXrbWL-DnLBOlYu&__user=100004105960063

Atau juga dapat diakses : www.Candisima.blogspot.com

"Sabbadanam Dhammadanam Jinati"
Pemberian Demi Kepentingan Dhamma Jasa Pahalanya Melebihi Segala Bentuk Pemberian Lainnya. (Dhammapada XXIV Syair 354)

Foto - Foto dapat di lihat di sini: 
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.109556795857852.19632.100004105960063&type=3
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.108091952671003.16779.100004105960063&type=3

Read more »

Kamis, 22 Oktober 2015

Kekuatan Parita Suci

Manfaat dan Kekuatan Paritta Suci

Buddha.id - Namo Buddhaya, Kata Paritta tidak asing lagi bagi kita umat Buddha, yang selalu kita ucapkan setiap kebaktian bahkan ketika kita di rumah atau dikantor dan dimana saja. Mudah bagi kita untuk menghafalkan Paritta tetapi dalam kontek ini bahwa Paritta sesungguhnya harus dimengerti dan diterapkan dalam arti yang sebenarnya. Paritta dalam bahasa Pali atau Pirit dalam bahasa Indo sinhala, secara literal berarti “penuh perlindungan”.

Buddha dalam berbagai kesempatan dengan bahasa pali yang suci merangkai paritta atau pirit, pastilah terdapat salah pengertian yang menyamakan paritta sebagai tuah yang misterius atau mantra, tetapi sebenarnya terdapat penganjuran asli yang etis dan mengandung nilai filosopis dari ajaran buddha, yang berkaitan dengan aspek-aspek Dhamma.

Paritta yang dibacakan oleh Sangha atau umat, secara individu atau bersama-sama, untuk memperoleh berkat dari tiratana bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain, baik disaat kesusahan maupun kesejahteraan.

Pembacaan Paritta – Sutta keluar suara walaupun kecil saat dirumah ada bagusnya, karena saat pembacaan Paritta – Sutta kita mendengar apa yg kt baca begitu juga yangg lain ikut mendengar ( besar atau kecil, halus atau kasar, nampak atau tidak nampak ).

Disarankan juga bagi umat, saat pembacaan Paritta – Sutta berusahalah niatkan dalam batin untuk mengulang Ajaran Buddha serta tingkatkan perhatian dan berkonsentrasi dalam pembacaan paritta yang ditujukan untuk semua makhluk , dengan demikian kita sudah melaksanakan Dhamma Dana.

Adapun juga pembacaan paritta – sutta dapat menanggulangi pengaruh buruk yang ditimbulkan dari makhluk jahat, karena pengaruh buruk adalah akibat dari pikiran jahat. Oleh karena itu pengaruh buruk ini dapat diatasi dengan pikiran yang sehat.

Satu cara yang pasti untuk menimbulkan keadaan pikiran yang sehat adalah mendengarkan serta merenungi pembacaan paritta dengan seluruh akal budi dan keyakinan. Demikian besar serta dahsyatnya kekuatan konsentrasi sehingga dengan memperhatikan sungguh-sungguh akan Kebenaran yang terdapat dalam paritta, orang akan mampu mengembangkan keadaan pikiran yang sehat.

Pembacaan paritta-sutta juga mampu mendatangkan berkah material, dengan dicapainya keadaan pikiran yang sehat melalui konsentrasi dan keyakinan sewaktu mendengarkan pembacaan paritta. Karena menurut Sang Buddha usaha yang benar adalah faktor yang diperlukan untuk mengatasi penderitaan. Mendengarkan pembacaan paritta dengan cara yang benar akan membangkitkan tenaga untuk melindungi kemajuan duniawi serta kemajuan batin.

Penyakit jasmani dan batin yang menjadi penyebab segala penderitaan dan kemalangan hanya membutuhkan satu jenis obat saja. Obat itu adalah Kebenaran Kesunyataan (Dhamma). Karena itulah mendengarkan Dhamma melalui pembacaan paritta dengan sikap yang benar akan memberikan manfaat.

Manfaat yang diperoleh adalah keadaan pikiran yang sehat, sehingga menimbulkan kesehatan jasmani serta batin dan juga kemajuan material serta spritual. Pengaruh pembacaan paritta juga tidak terbatas oleh jarak, mampu mengatasi jarak yang bagaimanapun jauhnya.

Paritta memiliki arti perlindungan. Semuanya digunakan untuk menjelaskan sutta-sutta (khotbah-khotbah) tertentu yang dijelaskan oleh Buddha Gotama. Sutta-sutta ini ada sebagian yang memang dianggap mampu memberikan perlindungan dari pengaruh-pengaruh yang membahayakan. Namun, semuanya sesungguhnya kembali kepada seberapa besar kekuatan keyakinan (Saddha) yang kita miliki ketika sedang baca Paritta tersebut.

Menjadi seorang umat buddha memang tidak ada keharusan untuk dapat membaca Paritta dengan baik, benar, serta hafal diluar kepala, tetapi tidak berarti pula pembacaan Paritta tidak ada manfaatnya dan hanya sekedar pelaksanaan ritual saja. Adapun manfaat pembacaan paritta antara lain:

(1). Kita membaca dan mengucapkan sesuatu yang baik, dengan demikian kita telah melakukan kamma baik setidaknya melalui pikiran dan ucapan (untuk itu penting bagi seseorang yang membaca dan memahami makna paritta dari terjemahannya).
(2). Membaca Paritta berarti kita berupaya untuk memahami apa yang sebelumnya kurang kita pahami.
(3). Membaca Paritta berarti mengulang khotbah-khotbah Buddha Gautama (walaupun tidak semua paritta berasal dari khotbah Buddha), dengan demikian kita telah melestarikan kelangsungan ajaran Buddha.

Tetapi menurut Milinda Panha, ada tiga alasan dimana Paritta tidak bekerja:

1. Halangan karena kamma masa lalu.
2. Halangan karena kekotoran batin masa kini, dan
3. Halangan karena kurangnya keyakinan.

Paritta yang merupakan perlindungan bagi semua makhluk akan kehilangan kekuatannya karena cacat mereka sendiri.

disamping itu ada juga kekuatan yang terdapat dalam pembacaan Paritta – Sutta , beberapa diantaranya adalah sebagai berikut ::

(-) Kekuatan Kebenaran

"Kemanjuran" paritta disebabkan oleh gabungan beberapa faktor. Pembacaan paritta merupakan ungkapan saccakiriya yaitu suatu ungkapan pernyataan tentang Kebenaran. Kekuatan pernyataan itu merupakan suatu perlindungan. Hal ini berarti mengembangkan kekuatan kebenaran untuk mencapai hal yang diinginkan. Pada akhir setiap sutta, pembaca memberkati pendengarnya dengan kata-kata: "etena sacca vajjena sotthi te hotu sabbada" artinya dengan kekuatan kebenaran kata-kata ini, semoga engkau selamat dan sejahtera. Terdapat suatu ungkapan bahwa, "kekuatan Dhamma atau Kebenaran akan melindungi pengikut Dhamma" (Dhammo have rakkhati Dhammacarim), yang jelas menunjukkan dasar pemikiran diadakannya pembacaan paritta. Keyakinan akan kekuatan saccakiriya atau pernyataan Kebenaran untuk dapat menyembuhkan penyakit ataupun melindungi sebenarnya hanyalah salah satu segi manfaat dari paritta.

(-) Kekuatan Moral

Beberapa paritta mengungkapkan tentang hidup yang bermoral. Titik awal dari Buddha-Dhamma adalah sila (moral). Melalui dasar sila yang kuat seseorang akan mampu mencapai tingkat konsentrasi pikiran. Apabila moral melindungi orang yang melaksanakan, maka jika seseorang mendengarkan pembacaan paritta dengan diiringi suatu perenungan akan Kebenaran kata-kata Sang Buddha dan penuh keyakinan bahwa kata-kata itu pernah diucapkan oleh orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna, maka ia akan memiliki pikiran yang dipenuhi oleh moral tinggi sehingga ia mampu mengalahkan segala pengaruh jahat dan ia juga akan terbebas dari kesulitan.

(-) Kekuatan Cinta Kasih

Sabda-sabda Sang Buddha selalu berisikan cinta kasih. Beliau berkelana di India melalui jalan-jalan raya, melewati kampung-kampung dan menyinari serta menghangatkan semua makhluk dengan pancaran sinar cinta kasihnya. Beliau memberi petunjuk, menerangkan ajaranNya kepada banyak orang. Beliau membimbing mereka yang mendengarkan ajaranNya mencapai kesempurnaan. Oleh karena itu pembaca paritta juga diharapkan bertindak seperti itu pula. Membaca paritta dengan hati penuh cinta kasih dan kasih sayang, mengharapkan pendengarnya memperoleh kebahagiaan serta perlindungan dari segala gangguan. Cinta kasih merupakan tenaga yang aktif. Setiap tindakan yang didasari dengan cinta kasih yang murni akan dilaksanakan dengan pikiran yang bersih. Tindakan yang bertujuan untuk membantu, memberi semangat, melancarkan jalan serta mempermudah mengatasi penderitaan, mendapat Berkah Tertinggi.

(-) Kekuatan Suara

Terdapat keyakinan bahwa getaran suara yang dihasilkan dari pembacaan paritta-sutta berbahasa Pali dengan suara yang nyaring dan merdu (harmonis dalam nada) akan menentramkan syaraf serta menghasilkan ketenangan pikiran. Suara pembacaan paritta yang nyaring dan merdu ini juga memberikan keselarasan pada sistem jasmani.

Paritta merupakan syair suci yang telah dibabarkan oleh Buddha dan para Ariya Punggala lainnya, merupakan syair perlindungan bagi mereka yang mempunyai keyakinan pada saat membaca dan memahaminya. Dengan demikian, bahwa dengan membaca Paritta bisa menciptakan suatu kondisi yang damai didalam hati si pembaca. Berbahagialah kita yang selalu membaca Paritta karena begitu luar biasa manfaat dr Pembacaan Paritta , maka itu marilah kita semua mulai belajar untuk membiasakan diri sering membaca Paritta – Sutta jika ada waktu ruang. semoga bermanfaat bagi kita semua ,

Semoga semua makhluk bahagia, sadhu sadhu sadhu _/\_

==============
Sumber kutipan :
- Buku Y.M Bhikkhu Khemanando - Fenomena Buddha Dhamma (2010)
- Bunga Rampai Dhammadesana II, Bhikkhu Subalaratano.
- Sharring Dhamma dari Sdr DSG di Grup Vihara Buddha Narada
- Facebook Kalyanamitta Buddhist Page

Read more »