TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG "viharagirisantiloka.blogspot.com", Semoga Blog ini bermanfaat untuk orang banyak,.... JANGAN BOSAN-BOSAN YA,.. DI TUNGGU KEDATANGANNYA KEMBALI :)
Untuk memudahkan Sahabat membaca artikel-artikel dan update selalu dari blog Viharagirisantiloka.
kini telah hadir digengamanmu, sebuah aplikasi Viharagirisantiloka diandroid,. 
Sahabat bisa langsung Download GRATISSSSS 

DOWNLOAD

Selasa, 22 September 2015

Anggota Pemuda Rantau


Mas Dilar

Mas Wiranto

Mbak Watik

Mbak Suwari

Pak Sutrisno

Mas Sutik

Mas Sukijan


Mas Sugiarto

Suhu Sumardi

Mas Riris

Mbak Nonik

Mas Njuri

Mbak Maya

Mas Ngasiran

Mba Marpi n Pak Tono

Mba Metta

Mas Muji

Mas Ngasari

Mas Legiman

Mas Kusnin

Mbak Kun

Mas Kemiran n Mba Puji

Mas Roni

Mas Harsoyo

Mba Jumainah

Mas Juwadi



Mba Endang

Mas Eko

Mas Abhi

Mas Agus


Mas Bodhi


Mas Eko 

Read more »

Jumat, 07 Agustus 2015

Inilah ‘Pesan Waisak’ dari Ahok

Read more »

Ternyata Jackie Chan Memulai Aksi Kemanusiaan dengan Kebohongan

Ternyata Jackie Chan Memulai Aksi Kemanusiaan dengan Kebohongan


Hingga hari ini, Jackie Chan tidak hanya sekedar superstar kungfu, namun dia juga seorang bintang dalam bidang kemanusiaan.
Pernah ada yang bertanya pada Jackie Chan, “Selebritis melakukan kegiatan kemanusiaan apa bukan demi tebar pesona, apakah ada kebohongan (di baliknya)?”
Pertanyaan yang sangat menusuk, Jackie Chan pun menjawabnya dengan lugas, “Ada kebohongan! Saya memulainya dari kebohongan.” Sebuah kejujuran yang mencengangkan setiap orang.
Ketika baru mulai memasuki dunia perfilman, Jackie adalah pemeran pengganti dalam film laga kungfu. Resiko tinggi tapi honor kecil, pekerjaan yang tak berarti di mata orang lain. Tiba-tiba ia menjadi populer dalam sekejap, honornya dari semula 3 ribu yuan meningkat drastis menjadi 4,8 juta yuan. “Menjadi hartawan dalam semalam,” tutur Jackie. Kebahagiaan itu datang begitu cepat, waktu itu dia baru berumur 20-an tahun.

Asalnya miskin dan papa, tiba-tiba memiliki banyak uang, dia tak tahu bagaimana harus menggunakannya. Dia sekaligus membeli 7 arloji kelas dunia dengan merk berbeda. Satu minggu ada 7 hari, jadi setiap hari ganti arloji. Kemudian dia tiap hari mengundang teman-temannya untuk berpesta dan bernyanyi bersama, berusaha menunjukkan pada semua orang bahwa dia sekarang kaya raya.

Seiring dengan popularitasnya yang makin meningkat, ada yang mengundangnya ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan. Jackie berkata, “Saya tidak ikut, tidak ada waktu.” Memang benar dia tidak punya waktu, siang harus syuting film, malam hari minum bir dan disko. Dia sibuknya bukan main, tiada waktu untuk urusan lain. Orang itu berkata, “Kami telah atur semuanya, Anda tidak perlu melakukan apa-apa, cukup datang saja. Itu pun cuma 1 hari. Lagi pula hal ini akan sangat membantu image dan film Anda.” Akhirnya Jackie setuju, meski dengan terpaksa.

Kegiatan hari itu adalah mengunjungi panti asuhan anak cacat. Melihat Jackie Chan muncul di hadapan mereka, anak-anak cacat itu senang sekali, mereka menyebut namanya keras-keras. Asisten memberitahu anak-anak itu, “Chen Lung Dage (Big Brother Jackie Chan) sangat sibuk, tetapi setiap harinya selalu merindukan kalian. Dia kemarin malam tidak tidur, hari ini menyempatkan diri menjenguk kalian.”

Pujian begitu tinggi yang diberikan kepadanya membuat Jackie merasa serba salah. Dia sebenarnya tidak ingin datang, kemarin malam tidak tidur karena begadang di diskotek. “Chen Lung Dage juga membawakan hadiah bagi kalian.” Anak-anak itu sontak bersorak-sorai dan meloncat-loncat kegirangan.

Sebaliknya, Jackie justru merasa bagai orang linglung. Semua itu sudah diatur oleh pihak penyelenggara, sama sekali tidak pernah terpikir olehnya untuk membawa hadiah, bahkan dia juga tidak tahu isi kotak-kotak hadiah itu. Setiap anak mendapat hadiah, lalu satu per satu mengucapkan ‘terima kasih’ kepadanya.

Melihat wajah-wajah mungil dan polos yang tertawa bahagia, dia tiba-tiba merasa malu, tetapi tak ada tempat baginya untuk bersembunyi. Dia jelas-jelas telah membohongi anak-anak itu, tapi yang didapatkannya adalah balasan yang begitu tulus. Dia tidak berani mengutarakan perasaannya itu, yang bisa dilakukannya hanyalah meneruskan permainan sandiwara tersebut. Dia menerima ucapan terima kasih anak-anak itu dengan berpura-pura semuanya biasa-biasa saja.

“Bisa Anda bayangkan, saya waktu itu begitu jahatnya!” demikian Jackie Chan menganalisa dirinya sendiri beberapa tahun kemudian. Waktu itu, saat berpisah, seorang anak menarik tangannya dan bertanya, “Chen Lung Dage, tahun depan datang lagi, kan?” Jackie menjawab, “Saya akan datang.”
Tahun berikutnya, dia membawa hadiah yang telah dipersiapkan dengan saksama, datang sesuai janjinya, utang batinnya selama setahun akhirnya terbayar juga. Ada yang pertama kali, maka akan ada yang kedua kali. Demikianlah Jackie Chan kemudian menapaki jalan aksi kemanusiaan. Setiap kali dia memperoleh pengalaman-pengalaman baru.

Ketika untuk pertama kalinya ikut dalam aksi sosial yang sebenarnya tidak ingin dihadirinya, dia mengira kegiatan tersebut adalah ajang tebar pesona yang akan berakhir dengan cepat, namun ternyata malah menjadi bidang yang digelutinya seumur hidup. Peristiwa ini, kalau tidak diutarakannya, selamanya tidak akan ada yang tahu. Begitu diutarakan, rasa hormat dan kagum kita terhadapnya semakin bertambah.

Ada kalanya orang tersesat ke jalan yang salah, namun ada juga yang tersesat ke jalan kebajikan. Melakukan satu perbuatan bajik, tidak selalu harus didorong oleh keinginan yang luhur, meski itu hanya ajang tebar pesona tapi juga adalah tebar pesona kebajikan. Setiap usaha yang mulia selalu diawali dari sesuatu yang tak berarti, namun asal Anda melakukannya maka itu jauh lebih mulia dibanding para penonton yang berucap sinis tapi tak berbuat apa-apa.
Jackie Chan berkata, “Selama saya melakukan aksi kemanusiaan, beberapa orang pelan-pelan juga mengajari saya bagaimana harus berlaku yang benar.”

Orang baik bukanlah orang suci, namun ia juga ingin selalu mengembangkan diri, ia butuh proses untuk menyempurnakan diri. Selalu bermurah hati dan memberikan dorongan bagi mereka (para orang baik yang bukan orang suci), kurangi celaan, dengan demikian orang baik itu makin lama akan makin baik dan banyak. Memberikan kesempatan pada orang lain untuk menjadi orang baik, sebetulnya adalah suatu perbuatan yang memiliki jasa tak terhingga.

(dikutip dari majalah Sinar Dharma edisi 27)

Read more »

Meditasi Meningkatkan Kinerja Otak

Meditasi Terbukti Meningkatkan Kinerja Otak


Semakin bertambah usia, kemampuan otak semakin menurun. Namun, kini ditemukan cara untuk memperlambat kerusakan otak, yakni dengan menenangkan pikiran dari segala hal alias meditasi selamat tiga menit setiap harinya.
Peneliti dari University of California, AS meneliti jaringan otak orang tua dan muda. Didapatkan data yang tak mengejutkan bahwa jaringan otak pada orang tua lebih banyak yang rusak dibandingkan anak muda. Namun, proses kerusakan ini ternyata terjadi dimulai pada pertengahan usia 20-an yang pada akhirnya bisa membuat kehilangan ingatan alias pikun.
Namun, mereka yang rutin melakukan meditasi bisa memperlambat buruknya kemampuan otak. “Meditasi itu seperti memberikan otak latihan olahraga,” terang penulis studi Florian Kurth, seperti dilansir Men’s Health.
Lewat meditasi dapat membantu otak terus tumbuh meski usia bertambah. Dampak meditasi yang bisa mengurangi stres pun diprediksi peneliti turut berdampak terhadap kesehatan otak. Aktivitas ini, sebaiknya dilakukan oleh mereka yang sering melakukan beragam aktivitas dalam waktu bersamaan. Karena meditasi mampu melatih kesabaran dan ketenangan jiwa.

“Coba untuk berlatih meditasi setiap hari. Setelah 4-6 minggu, Anda akan merasakan perbedaan kinerja otak,” terang Florian. (liputan6.com)

Read more »

Kehidupan Setelah Kematian

Para Ilmuwan Jerman Buktikan Ada Kehidupan Setelah Kematian
Sebuah tim psikolog dan dokter yang bekerjasama dengan Technische Universität Berlin, Jerman, baru-baru ini mengumumkan bahwa ada beberapa bentuk kehidupan setelah kematian. Pernyataan mengejutkan ini didasarkan pada kesimpulan dari penelitian medis yang mereka lakukan terhadap pengalaman seseorang menjelang kematian.

Seperti dilansir worldnewsdailyreport.com, tim peneliti mengawasi kondisi pasien yang secara medis dinyatakan mati selama hampir 20 menit sebelum hidup kembali. Proses ini diulang pada 944 orang sukarelawan selama empat tahun terakhir.
Untuk membuat pasien dalam keadaan mati, tim peneliti melakukan pencampuran terhadap beberapa jenis obat-obatan termasuk epinefrin dan dimethyltryptamine. Obat-obatan ini memungkinkan tubuh untuk bertahan dalam keadaan mati secara medis hingga melalui proses penghidupan kembali tanpa merusak tubuh.
Tubuh pasien kemudian dimasukkan ke dalam keadaan koma sementara dengan menggunakan campuran obat lain, yang harus disaring oleh ozon dari darah selama proses penghidupan kembali 18 menit kemudian.
Durasi sangat panjang dari pengalaman baru-baru ini dimungkinkan oleh perkembangan mesin cardiopulmonary recitation (CPR) yang disebut AutoPulse. Jenis peralatan ini telah digunakan selama beberapa tahun terakhir, untuk menghidupkan kembali orang yang telah mati antara 40 menit sampai satu jam.
Pengalaman menjelang kematian sebelumnya telah dihipotesiskan dalam berbagai jurnal medis sebagai memiliki karakteristik halusinasi, tetapi Dr Berthold Ackermann dan timnya, sebaliknya, menganggap mereka sebagai bukti keberadaan akhirat dan dari bentuk dualisme antara pikiran dan tubuh.
article-2074247-02527AF40000044D-22_468x286
Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr Berthold Ackermann, telah memantau operasi dan telah mengumpulkan kesaksian dari para pasien. Meskipun ada beberapa variasi-variasi kecil dari satu orang ke orang lain, semua pasien memiliki beberapa kenangan saat berada dalam kematian medis. dan sebagian besar dari mereka menggambarkan beberapa sensasi yang sangat mirip. Sebagian kenangan termasuk perasaan detasemen dari tubuh, perasaan levitasi, ketenangan, keamanan, kehangatan, hingga melihat cahaya yang luar biasa.

Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka sangat menyadari bahwa ada banyak kesimpulan mereka yang akan mengejutkan banyak orang, seperti fakta bahwa gambaran tentang kematian yang selama ini diketahui dari ajaran agama tampaknya sama sekali tidak terjadi. Padahal, para relawan merupakan umat dari berbagai kepercayaan seperti Kristen, Muslim, Yahudi, Hindu dan ateis.
“Saya tahu, hasil penelitian kami bisa mengganggu keyakinan beragama dari banyak orang” kata Mr Ackermann. “Tapi dengan cara ini, kami baru saja menjawab salah satu pertanyaan terbesar dalam sejarah umat manusia. Ya, ada kehidupan setelah kematian dan hal ini berlaku untuk semua orang.” lanjutnya.

Sumber : http://worldnewsdailyreport.com/german-scientists-prove-there-is-life-after-death/

30645 total views, 4 views toda

Read more »